Jumat, 04 Februari 2011

Cara mudah menurunkan suhu ruangan rumah / gedung walet


Sobat  Karya walet mandiri jaya / Kawaja...
Artikel berikut adalah hasil dari studi kasus dalam pembangunan gedung walet yang sederhana.
Setelah gedung selesai di bangun ternyata suhu di dalam gedung terasa panas ( sekitar 30 derajat celcius ).
gedung walet tersebut terletak di lantai 3, dengan luas bangunan 7 m x 12 m dan tinggi 2,5 m.
pada dinding sudah terpasang ventilasi dengan pipa vpc ukuran 4 inc. dan terpasang teratur setiap 50cm.
Dengan kondisi seperti ini Susah rasanya untuk Memikat burung Walet agar mau tinggal dan bersarang di dalam gedung walet tersebut. Ini seperti yang ditulis oleh pa arif dalam  blog duniawalet.com

Bagaiman solusi untuk mengatasi hal ini ???,
jika kita, anda punya masalah seperti ini, mari kita simak cara menurunkan suhu rumah / gedung walet berikut ini.

"Gedung walet dengan ukuran kecil atau
sempit, apalagi dengan dinding relative tipis, jika tidak di rancang secara
benar, memang suhu di dalamnya cenderung tinggi. Ini tentu tidak sesuai dengan
habitat kehidupan walet, di mana burung kecil ini cenderung memilih tempat yang
relative sejuk. Jika bangunan gedung walet tidak bisa menghadirkan suhu sesuai
habitat walet, maka kemungkinan walet tidak
akan memilih tempat tersebut untuk berbiak."

Cara agar suhu dalam gedung walet tidak terlalu tinggi. Solusi sederhananya dan hemat biaya, adalah sebagai berikut :

1. Pada dinding luar, kita beri cat berwarna putih.

Seperti kita tahu, warna putih akan menolak panas matahari. Jika gedung tak di cat,
maka warnanya gelap, yaitu warna semen. Tentu warna yang gelap akan menyerap
panas matahari, sehingga panas tersebut akan menembus ke bagian dalam, yang
menyebabkan suhu di dalam gedung ikut tinggi.
Selain warna putih, kita bisa dipilih warna lain seperti
warna kuning atau coklat muda.

Untuk membuktikan apakah cat warna putih tersebut memang terbukti menolak panas matahari,
kita bisa melakukan uji coba, dengan cara berikut ini:

tidak menembus ke dalam, sehingga telapak tangan kanan anda tidak merasakan panas, sementara pada bagian yang tak bercat,
panas matahari akan menembus sampai ke dinding dalam, sehingga telapak tangan kiri anda akan merasakan panas juga.

memberi cat sebagian saja pada dinding dengan warna putih. Dinding lain dibiarkan tanpa cat.
Kemudian pada siang hari, tempelkan telapak tangan kanan anda pada bagian yang telah di cat. Dan telapak tangan kiri, pada bagian yang tanpa cat. Apa yang anda rasakan? Pasti anda akan menjawab, pada telapak tangan
kanan tidak merasakan panas, dan telapak kiri akan merasakan panas.
Kemudian, masuklah ke dalam gedung. Lakukan hal yang sama. Maka, jawabnya juga sama. Pada bagian dinding yang di cat putih, panasnya

2. Pada dinding bagian dalam, dilapis dengan sterofoam,

Yaitu gabus lembaran dengan tebal sekitar 2 cm.
Gabus putih selebar triplek ini bisa kita dapatkan di toko-toko bahan bangunan.
Fungsi dari gabus ini untuk melindungi panas dari luar. Biarpun dinding luar sudah di cat putih. namun, lama ke lamaan, cat tersebut akan luntur dan memudar seiring berjalannya waktu. Maka, dengan memudarnya cat tersebut memudar, panas matahari akan pelan-pelan menembus ke dalam dinding gedung dan
akan menimbulkan suhu panas.
Sebagai antisipasi, pasanglah sterofoam. Gabus ini akan menghalang panas dari luar. Sehingga suhu dalam gedung tetap tidak terpengaruh oleh panas luar.
Sebagai bahan bukti,

Pernahkah kita membongkar termos, maka di dalamnya akan
kita temukan gabus yang melindungi tabung kaca. Gabus digunakan sebagai teknik
agar air panas di dalam termos tetap panas.

Atau Jika kita membongkar kulkas/ lemari es, maka kita juga akan mendapati gabus.
Gabus digunakan agar kondisi suhu dingin
dalam kulkas itu tetap terjaga dan stabil.


Nah tehnik ini kita gunakan Pada gedung walet, dengan penggunaan sterofoam di bawah atap seng,
agar panas matahari tidak langsung menembus ke dak lantai atas. begitu juga pada dinding gedung,
agar sinar matahari yang menerpa dinding gedung, diharapkan panas dari efek sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam ruang gedung walet kita.
Semakin tebal gabus yang digunakan, tentu semakin bagus.

Teknik pemakaian sterofoam untuk gedung walet, sudah banyak dilakukan orang. Di beberapa tempat, Para pemilik gedung walet selalu melapis dinding dalamnya dengan gabus putih ini. Gedung walet yang beratap asbes, pada dak atasnya, kita hampar sterofoam setebal 5 cm,  agar suhu lantai atas tetap sejuk.

3. Agar suhu di dalam gedung walet sejuk, bisa dipakai kipas angin dan ember berisi air.

Yaitu kipas angin dihadapkan pada  permukaan air di ember.
Saat kipas berputar, angin menerpa permukaan air.
Angin yang bergerak akan mengandung uap air. Ini akan memberikan hawa sejuk
dalam gedung. Cara ini dianjurkankan untuk gedung yang lantainya menggunakan papan.
Angin yang mengandung air, tidak sampai membuat lantai papan itu basah. Jadi lantai papan tetap kering, tetap aman.

Lain halnya jika kita pakai mesin pengkabut. Butiran air yang dihasilkan oleh mesin kabut itu, akan menggenang di lantai. Jadi jika dak lantai terbuat dari papan, relative sangat beresiko karena bisa basah, dan bisa merembes ke papan sirip di bawahnya. Namun jika lantai dari dak cor, pemakaian mesin kabut, tentu
lebih bagus dibanding pemakaian kipas angin. Pemakaian kipas angin di dalam gedung walet, terbukti selama ini memberi alternative sederhana untuk menurunkan suhu ruang yang gerah. Dan yang lebih penting juga, keberadaan kipas angin itu terbukti, tidak mengganggu, atau tidak membuat walet takut

Sebagai Contoh:

Kita mempunyai gedung walet, dengan Tinggi lantai gedung sekitar 2.5 m. Atap terbuat dari bahan sirap/
papan tipis dari jenis kayu ulin, genteng, atau asbes. Plafon dari papan juga. Suhu ruang relative gerah.
Untuk menurunkan suhu, kita bisa mengatur beberapa formasi ember berisi air di blok-blok tertentu.
Kemudian kita pasang kipas angin di beberapa sudut. Kipas angin kita fungsikan, menghadap lurus ke ember. Agar Angin menerpa permukaan air. Udara bergerak membawa uap air. dan Sirkulasi udara menjadi lebih aktif.
Hembusan angin dari kipas angin membuat suhu yang semula terasa gerah, agar berganti lebih nyaman.
dan kalau kita memiliki thermo-hygrometer perhatikan beberapa waktu, apakah terjadi penurunan suhu.
usahakan agar suhu maksimal menunjuk angka 27 derajat.

Dengan pemasangan kipas Angin sebagai sarana penyejuk ruangan, diharapkan walet mulai masuk dan adaptasi ke dalam gedung. dan semoga Beberapa walet mau menempel dan menginap. Ini sebagai bukti bahwa suhu sudah dirasakan oke oleh burung walet.

Memasang sebagian kipas angin dengan cara Yaitu 3 unit kipas angin di-stel bergeleng-geleng, bergerak ke kanan ke kiri. Dengan kipas angin bergerak ke kanan ke kiri, suhu diharapkan lebih
sejuk merata karena hembusan angin lebih menyebar.
Meskipun demikian walet tidak takut, biarpun ada benda asing bergerak-gerak di bawah sarangnya. dengan irama kipas angin bergeleng-geleng, waletpun ikut bergeleng-geleng menggerakkan paruhnya membuat sarangnya


By admin, http://kawamaja.blogspotcom/
info sarang burung walet dan segala seluk beluknya

Sumber:duniawalet.com

Arteikel terkait:
Suara walet
Pentingkah kolam air dalam gedung walet??
Trik dan tips membangun gedung walet
Trik dan tips agar burung walet cepat membangun sarang

2 komentar:

  1. ((dengan irama kipas angin bergeleng-geleng, waletpun ikut bergeleng-geleng menggerakkan paruhnya membuat sarangnya))
    -----------------------------------------------
    Kalimat tersebut lebih cocok diucapkan kepada anak TK.

    BalasHapus
  2. pake kipas angin?
    mungkin memang bagus, tapi apa mesin dari kipas angin itu lama2 nggak ngluarin suhu panas juga?
    apalagi sampe pake 3 kipas gitu

    BalasHapus

Anda Suka dengan artikel ini..? silahkan suarakan komentar anda
Terimakasih.